Wednesday, 18 January 2017

Kepingan Cinta Merekah

Aku pernah berpikir bahwa cinta itu seperti sekuntum bunga yang cantik di pelataran depan terasmu, yang tumbuh menawan dan warnanya memikat mata, ketika kau petik dan kau rawat akan meniupkanmu seberkas kebahagiaan, atau ketika kau pindahkan ke dalam vas keramik dengan ukiran kesukaanmu ia akan mempercantik ruang tidurmu. Bagiku, cinta yang merekah kulambangkan dengan sekuntum bunga mawar putih atau tulip merah muda.
Sama dengan berbagai kesempatan lainnya, cinta yang merekah memiliki tangga nada dan alunan melodinya sendiri, yang akan kurangkum dalam daftar pemutar ‘Cinta Merekah’:
1. Inside of Love – Nada Surf.
Pertama, saya harus berterima kasih kepada serial How I Met Your Mother karena lagu ini benar-benar aku banget. Apa yang saya impikan, untuk tahu bagaimana merasakan debar di dada kiri yang menegangkan dan sakit seperti debar jatuh cinta untuk pertama kali. Tidak bisa dipungkiri kenyataannya bahwa, saya memang ingin merasakan perasaan itu lagi. Terlepas dari terbalas atau tidak terbalasnya perasaan saya, saya hanya ingin hangat yang menenangkan.

2. Hanya Kau – The Adams.
Merupakan salah satu lagu dalam negeri yang saya suka karena komposisi musiknya ringan di telinga dan tiap baris liriknya mengurai setiap perasaan dan debar yang saya rasa ketika saya bersama seseorang yang saya suka. Sayangnya, saya harus gigit jari kali ini.

3. My Body – Young the Giant.
Dengan cinta, terkadang hal-hal gila bisa dilakukan dengan akal sehat. Seperti mengejar sebuah kereta yang diceritakan oleh pelantun lagu ini. Perasaan cinta akan terus kembali kepada seseorang yang kita anggap sebagai rumah.

4. You Are the Ocean – Phantogram.
Orang-orang mengatakan bahwa jarak akan menguak seberapa jauh rindu yang akan ditempuh, dan ternyata memang benar, sembari menenun rindu dengan kedua tanganku, kedua mataku menyaksikan suatu debar yang merona—yang rasa senangnya membuat hari berjalan sangat pendek, dan membuat perasaan hati jadi lebih berwarna. Aku menggambarkan perasaan cinta kepada seseorang seperti aku mencintai suara debur ombak dan uar aromanya.

5. Yellow – Coldplay.
Bayangkan saja ketika ada sepasang kekasih yang berjalan menyusuri blok-blok bangunan besar dengan sinar rembulan yang mengikuti; mereka berjalan begitu dekat hingga hangatnya memeluk dingin di malam gerimis tersebut. Itulah yang saya rasakan ketika pertama mendengarkan lagu ini.

6. I’ll Be True to You – Research Material.
Awal mula saya mengenal lagu ini dari serial televisi kesukaan saya, yaitu Teen Wolf. Saya sering menontonnya dengan salah seorang yang spesial dan entah mengapa, saya ingin mendedikasikan lagu ini untuk setiap waktu yang kami habiskan bersama kala menonton Teen Wolf.

7. Pretty Brown Eyes – Cody Simpson.
Menurut saya, perasaan suka cukup sering disubstitusikan dalam sebuah frase ‘falling for the brown eyes’, bisa juga ‘in love with the biggest brown eyes’. Lagu ini setia menemani daftar putar kisah cinta saya sejak pertengahan 2013. Terkadang saya sering membayangkan bahwa ada seseorang yang menyanyikan lagu ini untuk saya ketika saya jatuh cinta. Oh, feromon.

8. If You’re Not the One – Daniel Bedingfield.
Merekahnya bunga perasaan tersebut diikuti dengan tumbuhnya duri di badannya, tatkala kau tidak pandai memetiknya, kau akan melukai dirimu sendiri. Lagu ini seharusnya menjadi lagu untuk yang terakhir singgah, namun saya tetap mendengarkannya ketika saya merasa saya jatuh cinta.

9. Can’t Help Falling in Love – Elvis Presley.
Lagu ini lagu kesukaan ibu saya dan sering diputar semenjak saya masih kecil. Mewabahnya lagu ini adalah ketika adegan Ed memainkan lagu ini dengan gitar untuk Lorraine di film The Conjuring 2. Sewaktu lagu ini dinyanyikan, saya reflek menyanyikan dan menitikkan air mata karena liriknya yang syahdu.

10. All About You – McFly.
Sebenarnya pertama tahu lagu ini dari listening Pathnya teman sekampus saya, acapkali dengar di stasiun-stasiun radio setelahnya, dan kemudian berujung saya suka dengan lagu ini. Bagi saya, lagu ini terdengar seperti seseorang yang mempertanyakan perasaannya terhadap orang yang ia suka dan dijawab dengan senyuman manis.

Thursday, 5 January 2017

Aku Ingin

Aku ingin menjadi seseorang yang meniup terompet tahun baru,
bersulang sebotol anggur merah, dan makan jagung bakar
di halaman rumahku, bersamamu.

Aku ingin menjadi seseorang yang bersyukur dan
menuliskanmu puisi, pantun, sajak, prosa, dan macamnya
sebagai pengingat bahwa kaulah seni dalam hidupku.

Aku ingin menjadi seseorang yang kau ajak bicara saat
pesta ulang tahun saudarimu 'tau gebyar makan malam
saat kau diundang oleh keluarga besarmu di desa.

Aku ingin menjadi seseorang yang menegur diammu dan
menjunjung kebanggaanmu saat tinggi rendahnya emosimu
di siang ‘tau malam hari saat bumi goyah tidak memercayaimu.

Aku ingin menjadi seseorang yang menyambut lelahmu di
sore hari, mengecup hangat bibirmu, dan mendengarkan
ceritamu tentang kantor, menu makan siang, pun kemacetan.

Aku ingin menjadi seseorang yang terlintas dalam benakmu,
‘ntah pukul 2 siang saat kau kelaparan dan pusing,
'tau pukul 2 pagi saat kau gundah butuh kawan ngobrol.

Aku ingin menjadi seseorang yang bernyanyi bersamamu
oleh lagu-lagu pop dan alternatif di tahun kelahiranmu,
dan mungkin sedikit jazz sehingga kita bisa berdansa.

Aku ingin menjadi seseorang yang mengabadikan kenanganmu
dalam sebuah atau dua buah fotograf resmi dan membingkainya
lalu membuat buku album pencapaian karirmu selama 10 tahun t'rakhir.

Aku ingin menjadi seseorang yang tumbuh tua bersamamu
menyaksikan anak cucu kita tumbuh dewasa dan menawan,
sehingga aku bisa bersombong diri karena diwariskannya sifat dariku.

Aku ingin waktuku lebih lama bersamamu, jika keinginanku
menjadi seseorang yang a, b, atau c tidak sempat menjadi
nyata karena ku terlampau sibuk bermimpi tentangmu.

=================
Malang, 5 Januari 2017
Ditulis di Pantai Sendiki,
Oleh ombak dan pasir.

Saturday, 31 December 2016

Penutup

Lalu tiba waktunya seperti fajar,
yang turun dari langitnya kenangan
yang lembut menyapa dan membelai jiwa
yang ia dari ia yang lain bercerita.

Lalu tiba kalanya seperti berhenti,
kereta api tiba di kota kelahiranmu
daun gugur menyentuh dinginnya tanah basah
dan senyummu bertemu diam memekat.

Lalu tiba masanya seperti usia,
anak-anak kecil seusia kita beranjak
tergantikannya tetangga dan kawan bicara
kursi-kursi peot dan meja makan usang.

Lalu tiba akhirnya seperti cerita,
sang pemain bertemu cinta matinya
yang jahat dimasukkan penjara menderita
mereka yang tiada diabadikan dalam fotograf.

==============================================================
Malang - Turen - Kediri - Blitar - Nganjuk - Trenggalek - Surakarta - Jepara - Surabaya.
dan kota-kota lainnya yang berkontribusi untuk menjadi tempat singgah.

Saturday, 24 December 2016

Tepian Senja di Penghujung Natal

Langit sibuk menyibakkan kerinduan saat surya jatuh.
Pada senja yang sama kutoleh arloji di tangan kiriku.
Sudahkah ia menunjukkan pukul merindukan kamu waktu setempat?
Lalu kuingat bahwa arlojiku selalu menunjukkan waktu
Ketiadaanmu di sisi saat kemarin, hari ini, dan lusa.
Rindu berputar menghantam dinding hati menggoyahkan perasaan.
Di penghujung natal dan pertengahan rindu.
Kulayangkan pesan-pesan di udara hingga pengap paru-paruku.
Memenuhi isi kepala dengan ikatan karbon kerinduan.
Yang berantai, menumbuk, bergabung, dan menyulam gelisah.
Berintikan rindu, rindu, dan rindu hingga tenggelam dalam sendu.


====================
Malang, 24 Desember 2016
Meniti karir di bidang rindu-merindu-tidak-dirindukan.
Selamat natal bagi yang merayakan. Semoga Kristus memberkati.

Saturday, 10 December 2016

Pelukanmu

Hari ini aku bertukar pesan padamu di bawah
bentangan langit dan hamparan rinduku yang luas,
seolah semestaku baru saja terbentuk saat
langkah kesepuluh kakiku menjauhi pintu kamarmu
kala matamu terpejam dan aromamu memenuhi ruang
di kemeja biru tuamu yang kukenakan saat ini.

Aku tidak sabar ingin segera sampai di rumah,
merasakan hangat tubuhmu meredakan sakit kepalaku
mendengarkan serak suara tidurmu dan keheningan
adalah kamera yang menangkap kenangan kita dalam
bingkai malam yang bersembunyi di balik dinding
langit penuh gemerlap bintang.

Nanti akan kusampaikan pada hujan yang menggelitik
tanah di bawah telapakku, bahwa aku akan kembali
bilamana satu siklus malam tanpa hujan telah kulalui.