Halo. Lama tidak
menapakkan tulisan di laman ini, padahal aku punya banyak arsip yang sedang
menunggu antreannya untuk segera diterbitkan. Selama beberapa tahun terakhir,
banyak tulisan yang kuhapus dan kubuat ulang. Seperti membinasakan dan menklon
jasadnya untuk mendapatkan sel induk yang sama. Beberapa tahun terakhir,
karirku dalam meniti, merajut, dan merangkai kata demi kata untuk memuaskan
diri sendiri agak goyah dan terjun dengan asalnya dari tebing pikiran. Patah kemudian
hancur mencapai dasar bibir. Olehnya, aku lebih senang mencoret-coret kiasan
dan kanvas pemikiranku ke dalam notesku. Notes berwarna cokelat yang hampir
beberapa kali dibuka paksa oleh beberapa rekanku—baik di laboratorium, maupun
di kontrakan. Catatan yang berisikan pelacuran kata dan puisi tidak layak yang
baris demi barisnya tidak berima dan bahkan tidak mengandung makna yang
transparan. Aku sebenarnya tidak begitu suka untuk membiarkan orang lain
memiliki akses membuka catatanku, karena catatanku
berisi tulisan yang sejujurnya dari lubuk hatiku, sebagian nama tidak disamarkan, pemikiran dan fantasi gila juga turut hadir memeriahkan lembar demi lembarnya. Aku
lebih suka orang lain melihat produk yang telah dikemas dengan apik dan tertata.
Rasanya sama dengan, aku tidak ingin
melihat orang lain menertawakan wajahku saat bangun tidur, tapi, kecuplah aku
saat aku selesai mandi. Semacam itulah.
Hari ini, bangsa yang
besar ini berulang tahun—memperingati lahirnya bebas dari kolonialisme fisik. Tidak
ada yang benar-benar berkesan. Hari ini juga, sudah lewat 48 jam semenjak
perutku berulah dan aku mengambil cuti untuk praktik kerja. Karena ditenggelamkan
bosan dan tidak melakukan apapun, aku berpikir bahwa, mungkin lebih baik aku melakukan
hal-hal produktif seperti mengerjakan laporan praktik kerja, yang bisa dilakukan nanti, atau
membenahi isi terbitan di buku tulis daring ini. Opsi terakhir nampak
menggiurkan dan kebetulan aku sedang ingin mengasah kreativitas untuk berkarya,
sehingga, tampilan muka blog ini diubah menjadi lebih simpel. Lebih terang,
lebih klasik, dan harapannya sih lebih
aku.
Aku menginginkan citra yang baru, kisah yang baru, gaya baru,
dan orang-orang baru. Jadi, sapalah
teman baru kita kali ini, celotehanliar!