Tulisan kali ini merupakan
partitur sedih yang saya simpan sebagai daftar putar di pemutar musik saya,
yang selalu saya dengarkan ketika dunia mencoba menolak keberadaan logika saya.
1. Kalapuna - Danilla
Sebenarnya lagu ini saya
dedikasikan untuk hari-hari terakhir di tahun 2016 dengan harapan bahwa, semua
yang berlalu biarlah punah dan tidak menjerat alat gerak lagi untuk ke
depannya. Sekalipun masa dari kalapuna adalah yang saya rasakan saat ini.
2. Stay Close Don't Go -
Secondhand Serenade
Lagu ini adalah lagu kesukaan
saya ketika saya berada di bangku sekolah menengah pertama, lagu yang pernah
dinyanyikan oleh seseorang, dan lagu yang bisa menguras air mata jika saya
mengingat kejadian di pantai kemarin.
3. Hello Heartache - Avril
Lavigne
Pasca berakhirnya hari-hari gelap
di penghujung semester satu di bangku kuliah, merupakan masa di mana saya
benar-benar merasa depresi hingga saya sering menelan beberapa obat tidur agar
saya dapat melupakan rasa pedih di hati.
4. How - Maroon 5
Kembali bersama grup band yang
saya kagumi sejak saya berusia 12 tahun, beberapa lagu nina bobo saya adalah
Goodnight Goodnight dan Won't Go Home Without You. Lalu, pada pertengahan tahun
2016 kemarin saya tidak sengaja memutar acak daftar album Hands All Over You
dan lagu ini membawa kembali kenangan yang pernah saya lalui bersama seorang
rekan.
5. Speechless - Lady Gaga
Saya masih ingat beberapa tahun
di belakang kala saya bersikeras menjadi aktor atau pelakon teater sebagai
profesi saya dan impian terbesar saya saat itu adalah untuk dapat menghidupkan
lagu ini ke dalam sebuah luapan emosi dalam teater. Merupakan lagu pertama dari
Lady Gaga yang saya dengar dan jatuh cinta.
6. Everybody's Changing - Keane
Beberapa tahun saya berhenti
mendengarkan lagu ini karena ia mengingatkan saya kepada sebuah senja bersama
orang-orang yang kini telah berhenti bertegur sapa dengan saya. Setelah tanpa
pemberitahuan bahwa lagu ini diputar kembali, saya merasa ada kelegaan telah
mengikhlaskan rasa sakit hati saya terhadap mereka melalui lagu ini.
7. And If My Heart Should Somehow
Stop - James Vincent McMorrow
Hal pertama yang saya ingat
ketika mendengarkan lagu ini adalah perjalanan Malang-Surabaya setiap hari di
bulan November-Desember kemarin. Ketika hati berkobar kala ada yang tidak
berkabar. Saya sering membayangkan jika ajal menjemput saya pada saat itu,
apakah saya akan lega ketika memendam sesuatu padahal harusnya dibagikan ke
orang lain?
8. If (Don't Ever Blame Yourself)
- Last Day of April
Saya pernah mencinta orang dengan
sangat besar hingga saya tenggelam dalam perasaan saya sendiri, saya tidak
meronta dan justru menikmati waktu-waktu saya bersamanya. Sekalipun saya tidak
akan pernah bisa memenangkan hatinya. Saya melihat bahwa apa yang saya lakukan
adalah sebuah hal yang membuat saya berkembang, terlepas dari pedihnya debar
saat rasa itu hanya sampai di dada saya saja.
9. A Step You Can't Take Back -
Keira Knightley
Saya berpikir beberapa saat untuk
meletakkan lagu ini ke dalam daftar putar 'Perjalanan' karena lagu ini
merupakan teman yang menemani saya sewaktu ke Jepara pada bulan September di
tahun kemarin. Saya sempat terobsesi untuk melakukan apa yang lagu ini ceritakan
karena terlalu sedihnya saya saat ini.
10. Drown - Bring Me The Horizon
Akhirnya saya dapat menikmati
album pertama dari grup Bring Me The Horizon dengan warna musik yang lebih
kalem. Lagu ini adalah salah satu dari sekian lagu yang saya suka di albumnya,
yang saya khususkan untuk mengenang peristiwa menyedihkan sewaktu malam
keakraban bersama asisten-asisten laboratorium pada bulan Desember 2015. Momen
yang tidak akan pernah saya lupakan.