Selamat malam, pecundang,
pemuja drama korea dan kulturnya yang menghegemoni dari awal tahun kemarin.
Hari ini ada suatu kejadian yang mengguncangkan bumi akselerasi dan membuat
kami semua dihukum, yup, sesuai
dengan judul yang dicetak tebal di atas; ada laptop hilang. Baik. Pertama-tama,
mari kita induksikan spesifikasi dan ciri-ciri laptop yang sengaja atau tidak disengaja hilang ini:
- Laptop tersebut merupakan laptop bantuan sosial yang diberikan pemerintah terhadap seluruh sekolah dan sekolah merupakan pemegang regulasi atas beroperasinya laptop tersebut.
- Laptop yang dipinjamkan kepada siswa-siswi akselerasi berjumlah 10 buah dengan tiap-tiapnya memiliki kartu identitas atas nama 2 siswa yang sah.
- Laptop tersebut berwarna hitam metalik, merk Toshiba, dengan stiker nomor urut 1 hingga 10, punya saya dan rekan saya bernomor 9, dan yang hilang bernomor 5.
- Laptop tersebut digunakan sebelum mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, sekitar jam ke-4 pelajaran oleh beberapa korban untuk bermain game konsol.
- Laptop dinyatakan hilang sekitar jam ke-8 oleh korban yang bersangkutan diikuti kehebohan dan drama di kelas tersebut. Setiap laptop yang tersisa langsung dikembalikan ke brankas laptop dan dikunci sesuai dengan standar yang berlaku.
Setelah heboh dan porak poranda
berlalu, salah satu dari kami melaporkan kejadian terkait kepada wali kelas dan
dramapun semakin meriah alurnya. Petinggi sekolah silih berganti mengunjungi
kelas, seketika kelas menjadi ruang interogasi, wajah-wajah kami yang tidak
berdosa menjadi ternoda, dan masih banyak yang lainnya. Akhirnya pula, sistematika pembelajaran hari itu dihentikan dan itu
artinya; hore! Hingga jam berakhir.
Kami diberi tugas untuk menemukan kembali laptop yang hilang
tersebut berdasarkan urutan cerita yang runut dan runtut. Sehingga, saya
membuat semacam peta pemikiran seperti di film-film detektif, terima kasih Criminal Minds telah membantu
saya membuat peta tersebut, di papan tulis. Kami membuat kelas tersebut
menjadi ruang diskusi terhadap orang-orang yang mencurigakan yang sekiranya
mengotori tangannya pada kejadian ini. Sayangnya,
kami harus bergerak cepat sehingga peta pemikiran tersebut tidak sempat
diabadikan kehadirannya dengan kamera ponsel, malahnya, foto-foto saat diskusi
belum hingga berlangsung tertangkap oleh salah satu kamera ponsel milik teman
saya:
Besok ujian blok Kimia dengan
subbab Stoikiometri Lanjut, dilanjutkan dengan tugas Biologi yang tumpah ruah dan saya belum mengerjakan sama sekali
bahkan dari tugas 1 dan sekarang sudah tugas ke 8 atau 9.. sial. Dilematika
dan problematika siswa akselerasi adalah, seberapa cepat pemahamanmu akan
materi baru di kelas, seberapa lama endapan memorimu akan materi kemarin, dan
seberapa kuat analisismu saat dihadapkan dengan ujian blok berstandar nasional kadang internasional, kadang soal-soal
olimpiade, kadang soal SAT/PSAT dan aku bersumpah aku pernah mengetikkan satu
soal dan itu adalah soal ujian masuk salah satu universitas di Inggris.
“Jangan foto-foto sendiri di saat
penting!”
“Tapi kan diskusi dimulai saat
semua hadir?!”
“Tetap saja jangan foto-foto sendiri!”
“Oh aku mengerti maksudmu.
Hahaha.”
“Haha haha ha.”
Teganya, di saat semua kelaparan
dan halilintar kian menyambar langit-langit kelas, ada yang dengan santainya
membuka kotak makanan dan memakannya perlahan sambil mengunyahnya hingga
benar-benar halus dengan gigi-gigi molarnya. Saya. Lapar.
Oke mulai serius, korban kehilangan laptop ada di belakang
sendiri HAHA, dan ini kenapa salah satu anak buah saya menjadi sinting.
Saatnya menjelajah internet
dengan kata kunci; Bagaimana Menjadi
Seorang Detektif Dadakan dengan Metode Story Retrace. Tidak. Saya sedang
melihat apakah ada pembaharuan komik Naruto karena ini hari Rabu.
Oke, ini, sedikit menjijikkan.
Mencari celah dan atensi. Benar-benar naluri oom-oom.
Kasihan sih sebenarnya dengan
korban, tapi kan saya dicap sebagai seorang yang tidak punya perasaan dan
dibenci satu kelas ha.
Tidak ada yang bisa menghentikan
kami untuk saling berkompetisi dalam meraih pencapaian emas untuk ulangan
besok. Ya, setiap skor absolut akan
dihadiahkan emas dan ditempel di mading kelas, dan itu berarti, saya dan 3 orang harus memperebutkan kembali satu emas
karena ujian blok Sifat Larutan Lanjut kemarin kami bertiga mendapatkan nilai
yang sama, 97. Menyebalkan, bukan, mempunyai beberapa saingan dengan kapasitas
berpikir yang sama saat pelajaran Kimia.
Dan, sebagai detektif abal-abal pula, saya memposting beberapa
status di Facebook terkait peta pemikiran yang saya buat, yang nampaknya tidak ada yang paham pula. Dan, akan saya hapus
malam ini.
Semoga esok ‘kan terbit matahari kebenaran dan kami dibebaskan
dari tuduhan-tuduhan atas penggelapan laptop, pelaku ditangkap, saya
dianugerahi piagam atas peta pemikiran saya, dan semua berjalan menuju horison
yang lebih baik. Pos kali ini hanya sekitar 700 kata karena seharusnya saya istirahat untuk pertempuran
Kimia besok dan saya malah sibuk menulis jurnal di sini. Baiklah, salam
puja Super Junior!



