Saturday, 31 December 2016

Penutup

Lalu tiba waktunya seperti fajar,
yang turun dari langitnya kenangan
yang lembut menyapa dan membelai jiwa
yang ia dari ia yang lain bercerita.

Lalu tiba kalanya seperti berhenti,
kereta api tiba di kota kelahiranmu
daun gugur menyentuh dinginnya tanah basah
dan senyummu bertemu diam memekat.

Lalu tiba masanya seperti usia,
anak-anak kecil seusia kita beranjak
tergantikannya tetangga dan kawan bicara
kursi-kursi peot dan meja makan usang.

Lalu tiba akhirnya seperti cerita,
sang pemain bertemu cinta matinya
yang jahat dimasukkan penjara menderita
mereka yang tiada diabadikan dalam fotograf.

==============================================================
Malang - Turen - Kediri - Blitar - Nganjuk - Trenggalek - Surakarta - Jepara - Surabaya.
dan kota-kota lainnya yang berkontribusi untuk menjadi tempat singgah.

Saturday, 24 December 2016

Tepian Senja di Penghujung Natal

Langit sibuk menyibakkan kerinduan saat surya jatuh.
Pada senja yang sama kutoleh arloji di tangan kiriku.
Sudahkah ia menunjukkan pukul merindukan kamu waktu setempat?
Lalu kuingat bahwa arlojiku selalu menunjukkan waktu
Ketiadaanmu di sisi saat kemarin, hari ini, dan lusa.
Rindu berputar menghantam dinding hati menggoyahkan perasaan.
Di penghujung natal dan pertengahan rindu.
Kulayangkan pesan-pesan di udara hingga pengap paru-paruku.
Memenuhi isi kepala dengan ikatan karbon kerinduan.
Yang berantai, menumbuk, bergabung, dan menyulam gelisah.
Berintikan rindu, rindu, dan rindu hingga tenggelam dalam sendu.


====================
Malang, 24 Desember 2016
Meniti karir di bidang rindu-merindu-tidak-dirindukan.
Selamat natal bagi yang merayakan. Semoga Kristus memberkati.

Saturday, 10 December 2016

Pelukanmu

Hari ini aku bertukar pesan padamu di bawah
bentangan langit dan hamparan rinduku yang luas,
seolah semestaku baru saja terbentuk saat
langkah kesepuluh kakiku menjauhi pintu kamarmu
kala matamu terpejam dan aromamu memenuhi ruang
di kemeja biru tuamu yang kukenakan saat ini.

Aku tidak sabar ingin segera sampai di rumah,
merasakan hangat tubuhmu meredakan sakit kepalaku
mendengarkan serak suara tidurmu dan keheningan
adalah kamera yang menangkap kenangan kita dalam
bingkai malam yang bersembunyi di balik dinding
langit penuh gemerlap bintang.

Nanti akan kusampaikan pada hujan yang menggelitik
tanah di bawah telapakku, bahwa aku akan kembali
bilamana satu siklus malam tanpa hujan telah kulalui.