Langit sibuk menyibakkan kerinduan saat
surya jatuh.
Pada senja yang sama kutoleh
arloji di tangan kiriku.
Sudahkah ia menunjukkan pukul merindukan kamu waktu setempat?
Lalu kuingat bahwa arlojiku
selalu menunjukkan waktu
Ketiadaanmu di sisi saat kemarin, hari ini, dan lusa.
Rindu berputar menghantam dinding
hati menggoyahkan perasaan.
Di penghujung natal dan pertengahan
rindu.
Kulayangkan pesan-pesan di udara
hingga pengap paru-paruku.
Memenuhi isi kepala dengan ikatan
karbon kerinduan.
Yang berantai, menumbuk,
bergabung, dan menyulam gelisah.
Berintikan rindu, rindu, dan
rindu hingga tenggelam dalam sendu.
====================
Malang, 24 Desember
2016
Meniti karir di bidang
rindu-merindu-tidak-dirindukan.
Selamat natal bagi yang merayakan. Semoga Kristus memberkati.

0 comments:
Post a Comment