Salam lemper. Hari Minggu ini
adalah hari Minggu paling terkutuk sejagat raya. Dan lagi, mengingat bahwa aku masih sangat kesal dengan seluruh
perpindahan ini. Oke. Bayangkan saja, lingkungan baru, orang-orang baru,
bentuk rumah baru, kebun baru, atmosfir langit baru, sekolah baru, harapannya kekasih yang baru, dan
seluruh pencapaian baru. Semua serba baru. Seperti sebuah toko yang mengadakan
diskon besar-besaran untuk segala perabotan sampah yang ingin dijualkan ke
orang-orang konsumtif dan berdompet tebal. Atau mungkin lebih condong ke tidak
sempatnya seseorang menghabiskan novel yang biasa ia genggam selama beberapa
bulan terakhir karena ia terlampau senang bertemu dengan seseorang yang menurutnya adalah jiwa, lalu sang jiwa mengambil
buku itu diam-diam saat seseorang tersebut tertidur lelap di pelukannya dan
membakar buku itu karena sang jiwa tidak menginginkan adanya interferensi dari
masa lalu. Sejelas dan segamblang itu, ‘kah? Bahkan aku tidak diperkenankan
mengikutsertakan kucing favoritku di rumah. DUNIA
MEMANG TIDAK ADIL. Lebih ke, berjuta alasan yang sudah dijejer dengan rapi
di barisan depan untuk menghadang segala sesuatunya yang berhubungan dengan
masa lalu untuk dapat sekadar menyapa masa depan. Kesal. Kesal. Kesal. Juga,
besok pagi, ketika aku menapakkan kaki ke luar rumah, ada sejuta rintangan dan
sebuah petualangan besar menanti. Aku butuh kompas dan pertahanan kata dalam artian level sarkasme yang baru
untuk melindungi diri dari setan alas bernama orang-orang baru. Baiklah.
Hadapi. Lawan. Lumpuhkan. Binasakan. Hanya beberapa tahun sebelum aku kembali
ke tempat yang seharusnya tidak
kutinggalkan.
Berikut terlampir kolase foto
bahagia yang kuambil tadi pagi sebelum pergi dari Malang:
Foto sama kucing di kanan ini
sudah lama diambil dan baru dapat kesempatan—apresiasi untuk dipos di sini.
Kapan ya? Seingatku sehabis beres-beres dokumen sekolah, pada malam hari, di
mana semua orang sibuk untuk mengepak barang-barang dan aku tetap bermain
dengan Pooh. Ya, namanya Pooh dan saya sangat sangat sangat sayang sama si
belang ini.
Bonus satu gambar bergerak. Baru
kali ini paham bagaimana gambar bergerak bisa bergerak, huahaha.
Selamat malam dan salam lemper.
Semoga besok saya tidak tewas diinterogasi oleh orang-orang baru.


