Showing posts with label Bad Luck. Show all posts
Showing posts with label Bad Luck. Show all posts

Sunday, 27 June 2010

Untuk Setiap Dolar yang Ditukar dengan Kenangan, Aku Punya Segebok

Salam lemper. Hari Minggu ini adalah hari Minggu paling terkutuk sejagat raya. Dan lagi, mengingat bahwa aku masih sangat kesal dengan seluruh perpindahan ini. Oke. Bayangkan saja, lingkungan baru, orang-orang baru, bentuk rumah baru, kebun baru, atmosfir langit baru, sekolah baru, harapannya kekasih yang baru, dan seluruh pencapaian baru. Semua serba baru. Seperti sebuah toko yang mengadakan diskon besar-besaran untuk segala perabotan sampah yang ingin dijualkan ke orang-orang konsumtif dan berdompet tebal. Atau mungkin lebih condong ke tidak sempatnya seseorang menghabiskan novel yang biasa ia genggam selama beberapa bulan terakhir karena ia terlampau senang bertemu dengan seseorang yang menurutnya adalah jiwa, lalu sang jiwa mengambil buku itu diam-diam saat seseorang tersebut tertidur lelap di pelukannya dan membakar buku itu karena sang jiwa tidak menginginkan adanya interferensi dari masa lalu. Sejelas dan segamblang itu, ‘kah? Bahkan aku tidak diperkenankan mengikutsertakan kucing favoritku di rumah. DUNIA MEMANG TIDAK ADIL. Lebih ke, berjuta alasan yang sudah dijejer dengan rapi di barisan depan untuk menghadang segala sesuatunya yang berhubungan dengan masa lalu untuk dapat sekadar menyapa masa depan. Kesal. Kesal. Kesal. Juga, besok pagi, ketika aku menapakkan kaki ke luar rumah, ada sejuta rintangan dan sebuah petualangan besar menanti. Aku butuh kompas dan pertahanan kata dalam artian level sarkasme yang baru untuk melindungi diri dari setan alas bernama orang-orang baru. Baiklah. Hadapi. Lawan. Lumpuhkan. Binasakan. Hanya beberapa tahun sebelum aku kembali ke tempat yang seharusnya tidak kutinggalkan.

Berikut terlampir kolase foto bahagia yang kuambil tadi pagi sebelum pergi dari Malang:


 
Foto sama kucing di kanan ini sudah lama diambil dan baru dapat kesempatan—apresiasi untuk dipos di sini. Kapan ya? Seingatku sehabis beres-beres dokumen sekolah, pada malam hari, di mana semua orang sibuk untuk mengepak barang-barang dan aku tetap bermain dengan Pooh. Ya, namanya Pooh dan saya sangat sangat sangat sayang sama si belang ini.

Bonus satu gambar bergerak. Baru kali ini paham bagaimana gambar bergerak bisa bergerak, huahaha.



Selamat malam dan salam lemper. Semoga besok saya tidak tewas diinterogasi oleh orang-orang baru.