Sunday, 29 January 2017

Ombak

Kubiarkan ia mengecup bibirku s'perti yang terakhir
kalinya dan sepasang tangannya melingkari punggungku.
Sayu matanya mendekap rapat dan deru hangat napasnya
meniup habis abu kerinduanku. Degup jantungnya
berselaras dengan pergerakan jarum jam arlojiku.

Kubiarkan diriku tenggelam dalam semesta tubuhnya,
kedua tanganku memeluk lutut dengan erat dan meremasnya,
menyingkirkan bebunyian isak—mendekapnya dengan rapat.
Kusaksikan dengan kedua samudera, angin dan ombak saling
beriringan menyapu dan menyeret s’luruh piluku bersamanya.

0 comments: