Kubiarkan ia mengecup bibirku
s'perti yang terakhir
kalinya dan sepasang tangannya
melingkari punggungku.
Sayu matanya mendekap rapat dan
deru hangat napasnya
meniup habis abu kerinduanku.
Degup jantungnya
berselaras dengan pergerakan
jarum jam arlojiku.
Kubiarkan diriku tenggelam dalam
semesta tubuhnya,
kedua tanganku memeluk lutut
dengan erat dan meremasnya,
menyingkirkan bebunyian isak—mendekapnya
dengan rapat.
Kusaksikan dengan kedua samudera,
angin dan ombak saling
beriringan menyapu dan menyeret
s’luruh piluku bersamanya.
0 comments:
Post a Comment