Wednesday, 17 August 2016

Wajah Baru

Halo. Lama tidak menapakkan tulisan di laman ini, padahal aku punya banyak arsip yang sedang menunggu antreannya untuk segera diterbitkan. Selama beberapa tahun terakhir, banyak tulisan yang kuhapus dan kubuat ulang. Seperti membinasakan dan menklon jasadnya untuk mendapatkan sel induk yang sama. Beberapa tahun terakhir, karirku dalam meniti, merajut, dan merangkai kata demi kata untuk memuaskan diri sendiri agak goyah dan terjun dengan asalnya dari tebing pikiran. Patah kemudian hancur mencapai dasar bibir. Olehnya, aku lebih senang mencoret-coret kiasan dan kanvas pemikiranku ke dalam notesku. Notes berwarna cokelat yang hampir beberapa kali dibuka paksa oleh beberapa rekanku—baik di laboratorium, maupun di kontrakan. Catatan yang berisikan pelacuran kata dan puisi tidak layak yang baris demi barisnya tidak berima dan bahkan tidak mengandung makna yang transparan. Aku sebenarnya tidak begitu suka untuk membiarkan orang lain memiliki akses membuka catatanku, karena catatanku berisi tulisan yang sejujurnya dari lubuk hatiku, sebagian nama tidak disamarkan, pemikiran dan fantasi gila juga turut hadir memeriahkan lembar demi lembarnya. Aku lebih suka orang lain melihat produk yang telah dikemas dengan apik dan tertata. Rasanya sama dengan, aku tidak ingin melihat orang lain menertawakan wajahku saat bangun tidur, tapi, kecuplah aku saat aku selesai mandi. Semacam itulah.

Hari ini, bangsa yang besar ini berulang tahun—memperingati lahirnya bebas dari kolonialisme fisik. Tidak ada yang benar-benar berkesan. Hari ini juga, sudah lewat 48 jam semenjak perutku berulah dan aku mengambil cuti untuk praktik kerja. Karena ditenggelamkan bosan dan tidak melakukan apapun, aku berpikir bahwa, mungkin lebih baik aku melakukan hal-hal produktif seperti mengerjakan laporan praktik kerja, yang bisa dilakukan nanti, atau membenahi isi terbitan di buku tulis daring ini. Opsi terakhir nampak menggiurkan dan kebetulan aku sedang ingin mengasah kreativitas untuk berkarya, sehingga, tampilan muka blog ini diubah menjadi lebih simpel. Lebih terang, lebih klasik, dan harapannya sih lebih aku.


Aku menginginkan citra yang baru, kisah yang baru, gaya baru, dan orang-orang baru. Jadi, sapalah teman baru kita kali ini, celotehanliar!

0 comments: