Friday, 3 July 2015

Di Tengah Kota

Di sebuah tempat di selasar pikiran,
sering kali kutemui dirimu sedang kesasar
dengan bergelagat gusar dan memegang buku.
Kau saksikan dinding-dinding besar bergeser
dengan kedua mata cokelat besar nan sayu.

Aku berjalan menghampiri tuk ungkapkan kata,
yang kurangkai teratur membentuk tata kota
dan kata kita yang selalu kusemogakan
agar tersesat bukanlah makna dari peta
dan cinta tidaklah sekadar tatap mata.

0 comments: