Di suatu gelap yang kukenal,
ditelusuri buku-buku
jari dan diraba halus oleh dingin
kulit tanganku.
Kuraih punggungnya dan
kutenggelamkan dalam saku
bersamanya, longgar telah
meninggalkan ruanganku.
Di suatu ingatan yang membekas,
kenangan berlaku
sebagai sebilah belati tajam yang
menghunjam dadaku.
Kutarik ujungnya dengan ekspresi
yang kaku.
karena di situ tak lagi
bertengger jantungku.
0 comments:
Post a Comment