Monday, 23 May 2011

Dipaksa Berakhir

Berakhir, bertemu dengan titik sepenuhnya,
saat degup jantungku berubah abnormal, melayangkan
pukulan-pukulan yang sama, yang dengan hingarnya
memecah pembuluh emosiku, ruang dadaku, kelenjar sepiku.
Lalu esoknya akan tiba dan terasa sama.
Aku berjalan sendiri.
Aku berpikir sendiri.
Aku gila sendiri.
Dan seluruh tabir senja berubah muram tidak beraturan,
meninggalkan bekas dengan sepuluh, seratus, sejuta kenangan,
hingga kesendirian, kesedihan, dan kata-kata menjadi teman setia,
memenuhi ruang kosong dan berpesta pora lalu hilang.

===================
Malang, 21 Mei 2011
Selamat jalan, Alvonliebe.
Ingatlah bahwa yang berakhir adalah kisah cinta kita,
bukan hubungan kemanusiaan kita.
I will always be your friend, your listener, and your academic rival.

0 comments: