Monday, 7 March 2011

Ujian Praktik Kehidupan

Buntu inspirasi, modem internet kadang waras terkadang sakit jiwa, ujian sekolah, ujian praktik, latihan soal-soal ujian nasional dari buku Detik-detik Ujian Nasional, dari diktat sakti guru-guru yang dari tahun ke tahun selalu berakhir sama, uji coba soal ujian nasional tingkat kota/kabupaten, tingkat sekolah. Duh, kenapa sih setiap mau ujian nasional selalu disibukkan dengan hal-hal yang menguras tenaga dan justru berakhir kurang istirahat, sebenarnya kurang istirahat disebabkan oleh asupan kopi yang setiap harinya kuteguk dan tidak ada hubungannya dengan tugas ini itu karena pada dasarnya, kau bahkan tidak mengerjakan tugas-tugas itu, Bob. Ujian praktik beranak-pinak, berkembang biak dengan cara yang tidak wajar, menyusun karangan pidato dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Jawa, dengan tema yang berbeda-beda dan jumlah minimal karakter yang berbeda-beda pula. Oh, yang benar saja, demi dewa Neptunus. Ujian praktik olahraga harus bergerak menggerakkan anggota gerak yang tidak pernah kupakai untuk bergerak dengan ekstensif karena aku bukan orang yang suka bergerak, pada dasarnya.

Gambarnya diambil sesaat sebelum pidato bahasa Indonesia dan pidato bahasa Jawa pada hari yang bersamaan, dua materi yang berbeda; yang satu tentang penjajahan, sisanya tentang budaya dan sejenis komparasi kultur musik kontemporer dan modern. Lucu ketika guru penguji bahasa Indonesia melayangkan sindiran halus saat saya mengatur posisi mikrofon sebelum berpidato. “Sepertinya ada yang rela membentuk kantung mata demi pidato sungguhan.” Tanpa piker panjang saya balas sindiran beliau, “Sepertinya kantung matanya genetik dan pidatonya belum sepenuhnya siap.” HAHAHA. Sungguh. Waktu terbaik untuk bersikap sedikit santai karena, akhem, senior.

Detik-detik sebelum praktik bola voli dan latihan fisik. Berkeinginan untuk kabur dan mengejar angkutan siang itu, tapi, tidak cukup berani.

Demi dewa Neptunus, kenapa sih semua orang sangat sumringah menyambut ujian praktik olahraga.

Berakhir dengan tangan sedikit bengkak dan perut yang ototnya berkontraksi secara berlebih.


Tidak bisa berkata-kata lebih jauh. Sakit semua.

0 comments: