Buntu inspirasi, modem internet kadang
waras terkadang sakit jiwa, ujian sekolah, ujian praktik, latihan soal-soal
ujian nasional dari buku Detik-detik Ujian Nasional, dari diktat sakti
guru-guru yang dari tahun ke tahun selalu berakhir sama, uji coba soal ujian
nasional tingkat kota/kabupaten, tingkat sekolah. Duh, kenapa sih setiap mau
ujian nasional selalu disibukkan dengan hal-hal yang menguras tenaga dan justru
berakhir kurang istirahat, sebenarnya
kurang istirahat disebabkan oleh asupan kopi yang setiap harinya kuteguk dan
tidak ada hubungannya dengan tugas ini itu karena pada dasarnya, kau bahkan
tidak mengerjakan tugas-tugas itu, Bob. Ujian praktik beranak-pinak,
berkembang biak dengan cara yang tidak wajar, menyusun karangan pidato dalam
bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Jawa, dengan tema yang berbeda-beda
dan jumlah minimal karakter yang berbeda-beda pula. Oh, yang benar saja, demi dewa Neptunus. Ujian praktik olahraga
harus bergerak menggerakkan anggota gerak yang tidak pernah kupakai untuk
bergerak dengan ekstensif karena aku bukan
orang yang suka bergerak, pada dasarnya.
Gambarnya diambil sesaat sebelum
pidato bahasa Indonesia dan pidato bahasa Jawa pada hari yang bersamaan, dua
materi yang berbeda; yang satu tentang penjajahan, sisanya tentang budaya dan sejenis komparasi kultur musik kontemporer
dan modern. Lucu ketika guru penguji bahasa Indonesia melayangkan sindiran
halus saat saya mengatur posisi mikrofon sebelum berpidato. “Sepertinya ada
yang rela membentuk kantung mata demi pidato sungguhan.” Tanpa piker panjang
saya balas sindiran beliau, “Sepertinya kantung matanya genetik dan pidatonya
belum sepenuhnya siap.” HAHAHA. Sungguh. Waktu terbaik untuk bersikap sedikit
santai karena, akhem, senior.
Detik-detik sebelum praktik bola
voli dan latihan fisik. Berkeinginan untuk kabur dan mengejar angkutan siang
itu, tapi, tidak cukup berani.
Demi dewa Neptunus, kenapa sih
semua orang sangat sumringah menyambut ujian praktik olahraga.
Berakhir dengan tangan sedikit
bengkak dan perut yang ototnya berkontraksi secara berlebih.
Tidak bisa berkata-kata lebih
jauh. Sakit semua.





0 comments:
Post a Comment